Berita & Informasi Terkini BMKG

Update terbaru seputar cuaca, gempa bumi, iklim, peringatan dini bencana, dan informasi meteorologi untuk masyarakat Indonesia.

🌏
Gempa Bumi

Gempa M 4.3 Guncang Tenggara Ternate, BMKG Pastikan Tidak Berpotensi Tsunami

BMKG mencatat gempa bumi berkekuatan Magnitudo 4.3 mengguncang wilayah tenggara Ternate, Maluku Utara pada Senin 29 Agustus 2026 pukul 07.42 WIT. Gempa berada di kedalaman 10 km dan tidak berpotensi tsunami.

🌊
Maritim

Peringatan Gelombang Tinggi 2–4 Meter di Selat Makassar dan Laut Flores Berlaku Hingga 31 Agustus

BMKG mengeluarkan peringatan gelombang tinggi untuk beberapa perairan Indonesia. Nelayan dan operator kapal diminta untuk meningkatkan kewaspadaan dan menghindari daerah berbahaya.

🌿
Iklim

BMKG Prediksi La NiΓ±a Lemah-Moderat Mulai Akhir 2026, Berpotensi Tingkatkan Curah Hujan

Analisis klimatologi BMKG menunjukkan fenomena La NiΓ±a dengan intensitas lemah hingga moderat diprakirakan mulai terbentuk pada Oktober–November 2026 dan berlangsung hingga pertengahan 2027.

β›ˆ
Cuaca

Puncak Musim Kemarau 2026 di Pulau Jawa: Waspada Kekeringan dan Kebakaran Hutan

BMKG menyatakan puncak musim kemarau di sebagian besar wilayah Jawa telah terjadi pada Juli–Agustus 2026. Masyarakat diminta waspada terhadap risiko kekeringan pertanian dan kebakaran lahan.

πŸŒ‹
Geofisika

BMKG Monitor Peningkatan Aktivitas Vulkanik Gunung Semeru, Koordinasi dengan PVMBG

BMKG bersama Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) memantau peningkatan aktivitas kegempaan di sekitar Gunung Semeru, Jawa Timur. Data seismometer BMKG digunakan sebagai data pendukung.

✈
Penerbangan

BMKG Keluarkan SIGMET Aktif untuk Wilayah FIR Jakarta Akibat Potensi Awan Cumulonimbus

Dalam rangka mendukung keselamatan penerbangan, BMKG mengeluarkan SIGMET yang memperingatkan pilot dan maskapai penerbangan tentang potensi awan Cumulonimbus di ketinggian FL200–FL450 di wilayah FIR Jakarta.

πŸŒ€
Peringatan Dini

Bibit Siklon Tropis 93W Terpantau di Samudra Pasifik Barat, Dampak bagi Indonesia Dipantau

BMKG memantau bibit siklon tropis 93W yang terpantau di wilayah Samudra Pasifik bagian barat. Meski saat ini belum mempengaruhi Indonesia secara langsung, potensi dampaknya terhadap cuaca di wilayah timur Indonesia terus dipantau.

πŸ’§
Iklim

Hasil Monitoring Kualitas Udara: Jakarta Masuk Kategori Tidak Sehat untuk Kelompok Sensitif

Stasiun pemantauan kualitas udara BMKG mencatat Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU) di Jakarta berada pada kategori "tidak sehat" untuk kelompok sensitif selama beberapa hari terakhir akibat kombinasi emisi kendaraan dan kondisi meteorologi yang tidak menguntungkan.


Peringatan Dini Cuaca Ekstrem BMKG: 12 Provinsi Waspadai Hujan Lebat Akhir Agustus 2026

Jakarta, 29 Agustus 2026 β€” Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) resmi mengeluarkan peringatan dini cuaca ekstrem untuk 12 provinsi di Indonesia. Peringatan ini dikeluarkan berdasarkan hasil analisis citra satelit, data radar cuaca Doppler, dan model prakiraan cuaca numerik yang menunjukkan adanya potensi cuaca ekstrem selama periode 29–31 Agustus 2026.

Wilayah Terdampak Cuaca Ekstrem

Berdasarkan analisis BMKG, berikut adalah wilayah-wilayah yang berpotensi mengalami hujan lebat, angin kencang, dan petir selama periode peringatan dini berlaku:

Penyebab Cuaca Ekstrem Akhir Agustus 2026

Menurut Kepala Bidang Prakiraan Cuaca BMKG, beberapa faktor atmosfer yang berkontribusi terhadap potensi cuaca ekstrem ini antara lain:

1. Aktifnya Madden-Julian Oscillation (MJO): Fase aktif MJO pada saat ini berada di kuadran 4–5 yang mendukung pembentukan awan konvektif di wilayah maritim Indonesia bagian barat dan tengah. MJO adalah fenomena atmosfer yang bergerak dari barat ke timur dengan periode 30–90 hari dan secara signifikan memengaruhi pola curah hujan di Indonesia.

2. Sirkulasi Siklonik di Samudra Hindia: Terbentuknya sirkulasi siklonik di perairan barat Sumatera menyebabkan peningkatan konvergensi massa udara lembab di wilayah Sumatera dan sekitarnya, yang memperkuat pembentukan awan-awan hujan.

3. Suhu Permukaan Laut (SPL) yang Hangat: SPL di perairan sekitar Indonesia saat ini masih berada di atas normal, menyediakan energi yang lebih banyak untuk pembentukan awan konvektif dan potensi curah hujan yang tinggi.

4. Aliran Massa Udara dari Utara: Adanya tekanan tinggi di kawasan Asia Utara mendorong aliran massa udara lembab dari utara menuju ekuator, bertemu dengan massa udara yang sudah hangat di wilayah Indonesia dan mempertebal lapisan awan.

Dampak yang Perlu Diwaspadai Masyarakat

Cuaca ekstrem berupa hujan lebat disertai angin kencang dan petir berpotensi mengakibatkan berbagai bencana hidrometeorologi, antara lain:

Imbauan BMKG kepada Masyarakat

Dalam menghadapi potensi cuaca ekstrem ini, BMKG mengimbau masyarakat untuk mengambil langkah-langkah pencegahan berikut:

Tentang Sistem Peringatan Dini Cuaca BMKG

BMKG mengoperasikan sistem peringatan dini cuaca yang komprehensif dan terintegrasi, mencakup jaringan radar cuaca Doppler, satelit meteorologi, stasiun cuaca otomatis, dan model prakiraan cuaca numerik resolusi tinggi. Peringatan dini cuaca ekstrem disampaikan melalui berbagai kanal komunikasi, termasuk aplikasi InfoBMKG, SMS blast ke daerah terdampak, media sosial resmi BMKG, siaran radio dan televisi, serta koordinasi langsung dengan BNPB dan pemerintah daerah.

Masyarakat dapat mengakses informasi peringatan dini terkini melalui website resmi BMKG atau mengunduh aplikasi InfoBMKG yang tersedia di platform Android dan iOS. Aplikasi ini menyediakan fitur notifikasi push peringatan dini yang akan secara otomatis memberikan alert ketika ada potensi cuaca berbahaya di wilayah pengguna berada.